Ngugemi Tradisi, Ngrawat Suci.

Jelajahi tradisi, sejarah, agenda, dan kehidupan komunitas adat Banokeling di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas.

“Urip iku mung mampir ngombe, lakonono kanthi tulus.”

BANOKELING

Komunitas adat Banokeling berpusat di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Tradisi dan kehidupan Anak Putu diwariskan lintas generasi melalui adat, kebersamaan, serta penghormatan kepada leluhur. Perlon Unggahan menjadi salah satu pertemuan penting menjelang Ramadan, ketika keluarga dan keturunan Banokeling berkumpul untuk berziarah dan menjaga tali persaudaraan.

Anak Putu Banokeling

Anak Putu adalah sebutan bagi warga dan keturunan dalam komunitas Banokeling. Adat menjadi sendi kehidupan bersama dan diwariskan lintas generasi melalui ajaran, upacara, serta norma sosial.

Unggahan dan Udunan

Kajian tentang komunitas Banokeling mencatat Unggahan sebagai tradisi menjelang Ramadan dan persiapan menghadapi musim tanam. Udunan atau Turunan menandai rasa syukur setelah panen. Tradisi ini juga mempererat hubungan Anak Putu lintas daerah.

Agenda

Perlon Unggahan: Mudik Spiritual Anak Putu

Perlon Unggahan: Mudik Spiritual Anak Putu

 Menjelang bulan puasa, ribuan Anak Putu dari berbagai penjuru berkumpul di Pekuncen…

Warta Pekuncen

Berita terkini mengenai aktivitas sosial dan pembangunan di desa adat.

Seni & Budaya

Kulinari Ritual (Nasi Penggel)

Kulinari Ritual (Nasi Penggel)

Setiap hidangan dalam ritual adat, mulai dari nasi penggel hingga sayur lodeh,…

Seni Cowongan

Seni Cowongan

Sebuah warisan seni ritual pemanggil hujan yang sarat akan makna simbolis tentang…

Busana Adat “Hitam-Hitam

Busana Adat “Hitam-Hitam

Pakaian serba hitam tanpa kancing logam adalah identitas kami, melambangkan kesederhanaan, kejujuran,…

Tembang Macapat & Kidung

Tembang Macapat & Kidung

Alunan bait-bait doa dalam tembang Macapat senantiasa mengalun di sela-sela ritual, menjadi…

Lingkungan Semarak dan Tempat Wisata yang Dapat Dikunjungi

Lumbung Pangan Komunal

Lumbung Pangan Komunal

Simbol ketahanan pangan komunitas. Sistem penyimpanan padi tradisional ini memastikan tidak ada…

Sendang Kawicaksanan (Mata Air Suci)

Sendang Kawicaksanan (Mata Air Suci)

Sumber mata air murni yang mengaliri sawah-sawah di Pekuncen. Bagi kami, air…

Bale Adat (Rumah Pertemuan)

Bale Adat (Rumah Pertemuan)

Bangunan kayu tanpa dinding ini adalah ruang demokrasi warga adat. Di sini,…

Pasareyan Agung Panembahan Banokeling

Pasareyan Agung Panembahan Banokeling

Kompleks makam suci yang menjadi pusat spiritual komunitas. Tempat ini dijaga dengan…

Berita Terbaru

Mengenal lebih dekat

Banokeling: adat, keluarga, dan ingatan bersama

Banokeling adalah komunitas adat yang berpusat di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Dalam sejumlah publikasi, namanya juga ditulis Bonokeling. Kehidupan komunitas ini dikenal melalui hubungan kekerabatan Anak Putu, penghormatan pada adat, dan tradisi yang terus dijalankan lintas generasi.

Anak Putu dan kehidupan komunitas

Sebutan Anak Putu merujuk pada warga dan keturunan dalam komunitas Banokeling. Kajian kebudayaan menggambarkan adat sebagai sendi penting organisasi sosial: nilai dan ajaran dipelajari melalui keluarga, upacara, norma, serta keterlibatan dalam kehidupan bersama. Ikatan kekerabatan juga menghubungkan keluarga yang tinggal di Pekuncen dengan mereka yang menetap di wilayah lain.

Sejarah dan tradisi lisan

Kyai atau Eyang Banokeling menjadi tokoh leluhur yang dihormati dan namanya melekat pada komunitas. Rincian asal-usulnya tidak selalu dijelaskan sama oleh setiap sumber; sebagian pengetahuan diwariskan sebagai cerita lisan. Karena itu, kisah sejarah sebaiknya dibaca bersama kajian tertulis dan penuturan para tetua adat, tanpa menyederhanakan satu versi sebagai satu-satunya kepastian.

Adat dan nilai kebersamaan

Adat hadir dalam hubungan sosial dan berbagai tahap kehidupan. Kegiatan bersama menjadi ruang untuk menjaga silaturahmi, berbagi tanggung jawab, berdoa, dan meneruskan pengetahuan antargenerasi. Penelitian tentang komunitas ini juga mencatat keterkaitan tradisi dengan kehidupan pertanian, rasa syukur, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Perlon Unggahan

Unggahan atau Sadran merupakan pertemuan penting menjelang Ramadan. Anak Putu dari Pekuncen dan daerah lain datang berkumpul; rangkaian yang diberitakan pemerintah daerah meliputi pisowanan, muji, memasak bersama dengan hasil bumi, dan ziarah ke makam leluhur. Selain penghormatan kepada leluhur, pertemuan ini memperkuat hubungan keluarga dan komunitas. Waktu serta tata cara mengikuti penanggalan dan ketentuan adat setempat.

Udunan atau Turunan

Kajian tentang tradisi Banokeling mengaitkan Udunan atau Turunan dengan rasa syukur setelah masa panen dan penanda selesainya satu rangkaian musim. Bersama Unggahan, tradisi ini menunjukkan bagaimana kalender adat, pertanian, doa, dan kehidupan sosial saling berhubungan.

Pekuncen dan penghormatan pada tempat

Pusat komunitas dan kompleks makam leluhur berada di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas. Area ini memiliki makna adat dan spiritual bagi komunitas. Pengunjung sebaiknya mengikuti arahan warga atau pengelola setempat, berpakaian sopan, serta meminta izin sebelum mengambil foto atau memasuki area yang dibatasi.